Bahan Kemeja Yang Adem Dan Tidak Mudah Kusut
Bagi kita yang tinggal di daerah tropis, cuaca panas kadang bikin gerah. Cuaca yang cukup panas terkadang membuat produksi keringat berlebih sehingga bisa menyebabkan bau badan. Apalagi jika kamu pekerja kantoran yang selalu memakai kemeja. Tentu saja memilih bahan kemeja yang adem dan tidak mudah kusut adalah hal utama yang harus kamu perhatikan.
Untuk itu , kali ini Ozza Konveksi akan memberikan beberapa rekomendasi bahan yang adem untuk kemeja kerja. Semoga bermanfaat!
Mengenal Apa Itu Kain Anti Kusut
Kusut merupakan fenomena munculnya lipatan atau kerutan pada permukaan baju. Kusut bisa terjadi karena penggunaan sehari hari, proses pencucian atau bahkan desain dan karakteristik dari kain itu sendiri. Bagi kamu para profesional yang sedang bekerja, tampilan yang rapi sudah menjadi kewajiban dan tentu saja menyetrika baju yang kusut selalu menjadi rutinitas yang membosankan.
Berangkat dari hal inilah para produsen kain mengembangkan berbagai jenis kain yang tidakmudah kusut. Kain ini biasanya memiliki karakteristik halus, lembut dan umumnya memiliki konstruksi tenunan / rajutan yang kompleks. Bahan kemeja anti kusut ini sangat populer karena dapatmenghemat waktu bagi para profesional agar tidak perlu repot-repot lagi menghabiskan waktu untuk menyetrika baju mereka.
Sejarah Pengembangan Bahan Kain Anti Kusut
Pengembangan kain anti kusut berawal dari upaya untuk mengatasi masalah pakaian yang mudah kusut setelah dicuci atau dipakai. Pada awal abad ke-20, para ilmuwan mulai mencari cara untuk membuat kain yang lebih praktis dan mudah dirawat.
Salah satu tonggak penting dalam pengembangan kain anti kusut adalah penemuan serat sintetis seperti poliester pada tahun 1940-an. Poliester memiliki sifat alami yang lebih tahan kusut dibandingkan serat alami seperti katun. Seiring waktu, teknologi pembuatan kain sintetis semakin berkembang, memungkinkan penciptaan kain yang tidak hanya tahan kusut, tetapi juga lebih mudah kering dan tahan lama.
Pada 1950-an dan 1960-an, kain campuran antara serat sintetis dan alami mulai populer. Campuran ini menggabungkan kelebihan serat sintetis, seperti ketahanan terhadap kusut, dengan kenyamanan serat alami. Di sinilah istilah “wash and wear” atau “permanent press” menjadi populer, merujuk pada pakaian yang bisa dicuci, dikeringkan, dan langsung dikenakan tanpa perlu disetrika.
Pengembangan selanjutnya melibatkan penggunaan bahan kimia, seperti resin, yang diterapkan pada kain untuk meningkatkan ketahanan terhadap kusut. Teknologi ini memungkinkan kain katun dan serat alami lainnya untuk menjadi lebih tahan kusut tanpa kehilangan karakteristik alaminya.
Dalam dekade-dekade berikutnya, teknologi semakin maju dengan penelitian dan pengembangan material yang lebih ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya. Kini, kain anti kusut tersedia dalam berbagai bahan, termasuk serat alami dan sintetis, memberikan konsumen lebih banyak pilihan dalam hal kenyamanan dan kemudahan perawatan pakaian.
Bahan Kain Yang Adem Untuk Kemeja
1. Chambray
Kalau kamu senang menggunakan produk denim seperti jeans pasti sudah tahu kalau jeans termasuk jenis pakaian yang panas. Hal ini karena bahannya yang cenderung tebal dan kurang breathable. Kalau kamu menginginkan kemeja jeans yang lebih adem kamu bisa pakai alternatif bahan seperti Chambray.
Chambray merupakan bahan kain yang hampir mirip dengan denim namun lebih tipis dan lebih ringan. Biasanya chambray digunakan untuk membuat kemeja. Bahan ini juga cukup adem dan nyaman dipakai dalam jangak waktu lama. Perawatannya pun mudah dan tidak sulit, kamu hanya perlu mencucinya dengan mesin cuci seperti biasa. Bahan Chambray sering disebut juga dengan sebutan soft jeans.
2. Katun Toyobo
Katun toyobo adalah jenis bahan kemeja yang adem dan tidak mudah kusut. Hal ini karena katun toyobo terbuat dari serat katun. Bahan toyobo meiliki ciri khas hampir mirip dengan bahan katun jepang. Bedanya adalah katun toyobo lebih jatuh dan glossy namun sedikit kaku ketimbang katun jepang. Kelebihan lainnya dari bahan toyobo adalah bahan ini memiliki bobot yang ringan serta mempunyai serat yang rapat, sehingga tidak menerawang.
Karena kualitasnya yang bagus ketimbang jenis katun lainnya sehingga banyak digunakan sebagai bahan pembuatan baju gamis dan kemeja. Karena tidak mudah kusut jadi kamu tidak perlu sering menyetrikanya.
Walaupun begitu bahan ini agak sulit kamu temukan di Negara kita Indonesia. Hal ini karena kain toyobo merupakan produk impor. Jadi kalau kamu berencana untuk membuat kemeja dari bahan toyobo, kamu bisa cek vendor konveksi yang dapat mengerjakan kemeja menggunakan bahan kemeja toyobo.
3. Bahan Oxford
Bahan oxford termasuk kedalam bahan campuran 60% katun dan 40% polyester. Kain oxford umumnya digunakan dalam proses pembuatan baju seragam sekolah dan juga kemeja kerja. Ciri khas dari kain oxford adalah bahan ini memiliki serat dengan tampilan sperti pixel pada layar. Kemeja dengan bahan oxford cocok banget untuk pembuatan kemeja formal dan casual.
Bahan ini cukup ringan dan adem, selain itu kain oxford cukup murah harganya sehingga banyak produsen yang menggunakan bahan oxfor untuk pembuatan kemeja pria dan wanita.
Baca Juga: Mengenal Bahan Kain Oxford, Kelebihan Serta Kekurangannya
4. Bahan Acrylic
Kain acrylic adalah jenis bahan yang terbuat dari serat polimer sintetik yang berasal dari minyak bumi. Bahan ini sangat sensitif terhadap suhu panas. Sehingga dalm proses menyetrika kamu harus menggunakan suhu medium. Kain acrylic memiliki karakteristik bahan ya g ringan dan lembut. Bahan ini mampu menahan panas tubuh dan tidak menimbulkan rasa gatal pada kulit.
Salah satu kelebihan kemeja menggunakan bahan akrilik adalah kain ini lebih cepat kering sehabis dicuci.
5. Silk / Sutera
Silk atau sutra merupakan jenis bahan terbuat dari serat yang dihasilkan oleh larva ulat sutera, kemudian diolah menjadi benang. Sutra termasuk kedalam salah satu jenis kain dengan kualitas premium. Hal Ini karena pengolahannya yang cukup rumit dan tergolong mahal harganya.
Walaupun begitu, sutra memiliki kelebihan dibandingkan bahan bahan lainnya yakni lebih lembut, tampak berkilau, daya serap air tinggi serta cukup kuat. Karena kualitasnya yang premium inilah kain sutra lebih banyak dipakai dalam pembuatan baju baju mahal seperti gaun wanita, blus, kebaya, baju batik, dll.
Untuk kamu yang mencari bahan kemeja yang adem dan jatuh maka sutra bisa menjadi salah satu pilihan yang bagus. Oh ya, kain sutra termasuk kain yang tidak mudah kusut sehingga kamu tidak perlu untuk menyetrikanya. Karena bahan ini cukup tipis sehingga kalau tidak berhati hati, maka bajumu bisa bolong jika terkena panas berlebih.
6. Bahan Japan Drill
Japan Drill termasuk kedalam kategori kain drill, bahan ini seringkali digunakan dalam proses pembuatan seragam kerja, kemeja korsa, PDH dan PDL. Bahan japan drill memiliki ciri serat yang kuat dan tebal, awet, tidak gampang pudar dan tidak mudah kusut.
Selain itu kain japan drill juga mudah menyerap keringat dan tidak gerah jika dipakai karena terbuat dari katun.
7. Bahan American Drill
Bahan kemeja berikutnya yang cukup adem adalah American drill. American Drill termasuk kategori kain drill dengan ciri ukuran serat medium. Bahan American Drill terbuat dari campuran katun dan polyester, sehingga tidak menyerap keringat. Namun tenang aja, bahan ini masih cukup adem jika kamu gunakan karena kandungan katunnya.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Bahan Drill
8. Bahan Flanel

Kalau kamu suka menggunakan kemeja kotak kotak mungkin sudah tidak asing dengan istilah ini, yup flanel. Flanel sendiri merujuk pada jenis bahan yang terbuat dari kain wool. Walaupun begitu ada juga yang terbuat dari serat sintetis yang lebih murah seperti polyester.
Tekstur kain flanel bervariasi tergantung dari produsennya. Ketebalannya ada yang mulai dari 2mm hingga 5mm. Jika kamu menginginkan kemeja yang cukup dingin dan tidak gerah kamu bisa pilih bahan flanel yang agak tipis. Tertarik menggunakan kemeja flanel? Kamu bisa cek tips 10 style kemeja flanel pria yang bakalan bikin penampilanmu makin keren.
Kemeja flanel terutama yang berbahan wol termasuk salah satu jenis kemeja yang tidak gampang kusut. Sehingga perawatannya lebih mudah.
9. Bahan Linen
Bahan kain linen terbuat dari campuran kapas dan serat pohon rami. Proses pembuatannya yang rumit membuat bahan kain ini cukup mahal harganya. Kelebihan dari bahan linen adalah kain ini mudah menyerap keringat serta terasa lebih dingin di kulit kamu. Selain itu, bahan kemejayang terbuat dari linen tidak mudah kusut.
Kesimpulan Bahan Kemeja Yang Adem
Bagaimana? Sekarang kamu sudah tahukan bahan kain yang adem dan tidak mudah kusut untuk kemeja? Dalam pembuatan kemeja, sangat penting untuk mengetahui bahan yang akan kamu gunakan agar lebih nyaman dipakai.
Jika kamu berencana untuk membuat kemeja ataupun seragam, kamu bisa konsultasikan kebutahan pembuatan seragam kamu kepada ahlinya, seperti di Ozza Konveksi. Jadi, bagaimana? Tertarik untuk membuat kemeja? Buat Di Sini!












