Pernahkah kamu mendengar istilah sustainable fashion? Pada kesempatan kali ini kita bakalan membahas lebih jauh mengenai fashion berkelanjutan serta beberapa jenis jenisnya!
Sebelum kita membahas mengenai fashion berkelanjutan, ada baiknya jika kita mengenal definisi dari berkelanjutan itu sendiri.
Sustainable adalah segala upaya yang dilakukan untuk mencegah penipisan sumber daya alam untuk menjaga keseimbangan ekologis. Dengan kata lain, tidak menggunakan sumber daya alam melebihi kemampuan planet ini untuk menggantikannya secara alamai dan tidak memproduksi apa pun yang tidak dapat diserap kembali oleh planet ini secara alami.
Sayangnya, industri fesyen saat ini cenderung menggunakan model linier dengan konsep “ambil, buat, buang” yang bertentangan dengan konsep berkelanjutan.
Sustainable fashion adalah istilah yang menggambarkan produk, proses, aktivitas, dan pelaku yang bertujuan untuk mencapai industri fashion yang netral karbon. Industri ini dibangun di atas kesetaraan, keadilan sosial, kesejahteraan hewan, dan integritas ekologi.
Ada beberapa isu utama yang menjadi permasalahan industri fashion:
Baca Juga: Apa Itu Fast Fashion? Apa Dampak Yang Ditimbulkan?
Tahukah kamu, bahwa ada sekitar satu truk sampah limbah tekstil yang berakhir ke tempat pembuangan akhir setiap detiknya. Limbah ini berasal dari perusahaan mode fast fashion yang meluncurkan tren mode mingguan. Selain itu, pakaian pakaian ini biasanya berkualitas rendah dengan harga murah.
Tentu saja merek merek yang berkelanjutan lebih berfokus pada produksi pakaian berkualitas dengan menggunakan bahan yang tahan lama. Selain itu brand fashion berkelanjutan ini jarang mengikuti tren fashon cepat.
Imbas dari pakaian murah adalah upah pekerja yang murah juga. Sebagian besar brand fast fashion ini memproduksi pakaian mereka di negara-negara berkembang di mana para pekerjanya dibayar dengan tidak layak. Kondisi keselamatan dan kesehatan yang buruk, jam kerja yang panjang serta tekanan untuk memepercepat proses produksi, menciptakan lingkungan ekspolitasi pekerja yang buruk.
Berbeda halnya dengan brand fashion berkelanjutan yang memprioritaskan upah yag adil dan menciptakan kondisi kerja yang aman untuk semua karyawan.
Baca Juga: Rana Plaza Tragedy | Sebuah Ironi Dari Industri Fashion Yang Tak Boleh Terulang
Seperti yang kita tahu, industri fast fashion meninggalkan jejak karbon yang cukup besar mulai dari pembuatan bahan, produksi, transportasi hingga limbah tekstil yang terurai di tempat pembuangan akhir.
Sebagai gambaran, kebanyakan pakaian murah yang beredar di pasaran saat ini menggunakan campuran bahan sintetis berbasis minyak bumi. Seperti akrilik, nilon dan poliester, semua bahan ini diproduksi dengan menggunakan energi yang cukup besar.
Disisi lain, fashion berkelanjutan menggunakan bahan yang bisa terurai secara hayati dan dapat didaur ulang. Bahan-bahan ini hanya membutuhkan sedikit atau bahkan tidak membutuhkan perawatan kimia, lebih sedikit energi, lebih sedikit air, dan tidak menggunakan pestisida atau pupuk untuk tumbuh.
Industri fashion merupakan salah satu industri yang rakus air. Penggunaan air ini dimulai dari proses produksi, pencelupan hingga tahap finishing. Sebagai gambaran, dibutuhkan sekitar 2.720 liter air untuk membuat satu kemeja berbahan katun. Dan 7000 liter air untuk membuat satu celana jeans.
Selain mengkonsumsi air, produksi pakaian juga berdampak pada lingkungan dengan mencemari air tawar dengan bahan kimia beracun yang masuk ke saluran air.
Sebagai perbandingan, sebagian besar merek fesyen berkelanjutan memiliki kebijakan “water on budget” yang membatasi penggunaan air selama produksi pakaian.
Selain itu, sustainable fashion memprioritaskan tekstil organik yang terbuat dari linen, rami, dan katun organik, yang hanya membutuhkan sedikit atau bahkan tidak membutuhkan air selama proses produksi.
Hewan memainkan peranan penting dalam ekositem kita dan memastikan bumi kita layak huni. Oleh karena itu, setiap ancaman terhadap satwa liar dan keselamatan hewan lainnya harus menjadi perhatian kita semua.
Sepatu kulit, tas, mantel bulu dan barang barang lain yang terbuat dari kulit dan bulu hewan dapat mempengaruhi populasi hewan dan pada akhirnya dapat mengancam kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Perusahaan yang menerapakan sustainable fashion umumnya akan menggunakan alternatif kulit dan bulu dalam produk mereka, menyelamatkan hewan dari eksploitasi dan kematian sekaligus menjaga kesimbangan ekosistem.
Ada beberapa model berkelanjutan yang diterapkan oleh para pelaku industri fashion, dan berikut adalah beberapa diantaranya:
Kedua istilah ini sering digunakan dalam kaitannya dengan masalah lingkungan yang disebabkan oleh industri fashion. Hingga saat ini lebih dari 90% merek pakaian masih menggunakan plastik dan serat non-biodegradable lainnya yang menyebabkan kerusakan lingkungan dalam skala besar.
Dan tahukah kamu, bahwa lebih dari 70 juta barel minyak digunakan setiap tahunnya untuk memproduksi poliester. Bahan poliester ini pada akhirnya berakhir di lautan sebagai micro plastic.
Sebagai solusinya, perusahaan-perusahaan fesyen ramah lingkungan menganjurkan penggantian plastik dengan serat yang ramah lingkungan, mudah terurai, dan serat alami yang menyehatkan lingkungan.
Hingga saat ini, hasilnya positif karena jumlah perusahaan yang menggunakan bahan ramah lingkungan dan ramah lingkungan, seperti katun organik, rami, kulit jamur, kulit rumput laut, dan lain-lain, terus meningkat.
Slow fashion adalah kebalikan dari fast fashion dimana model bisinis ini melakukan pendekatan yang berlawanan dengan fast fashion. Model bisnis ini lebih menekankan pada penggunaan bahan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan.
Slow fashion juga memproduksi pakaian dengan fase yang lambat namun berkualitas ketimbang merilis produk baru dengan cepat yang pada akhirnya hanya akan berakhir sebagai limbah.
Kamu bisa baca ulasan lengkap kami mengenai slow fashion disini!
Artikel Terkait: Apa Itu Slow Fashion? Gerakan Keberlanjutan Dalam Industri Fashion
Upcycled Fashion adalah istilah yang menggambarkan penggunaan kembali dan penggunaan ulang tekstil, bahan, dan garmen untuk menciptakan kembali pakaian baru. Aspek fashion daur ulang yang berkelanjutan ini sangat populer di kalangan perancang busana kontemporer dan selebriti, hingga menjadi bentuk baru fashion mewah kelas atas.
Tentu saja busana daur ulang ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang menjadi perdebatan.
Kelebihan busana daur ulang:
Kelemahan busana daur ulang:
Akhir akhir ini thrifting dan preloved semakin populer di kalangan masyarakat. Karena selain harganya yang terjangkau, kegiatan ini juga dianggap sebagai bentuk konsumsi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Lalu apa itu thrifting? Thrifting adalah istilah yang merujuk pada kegiatan mencari atau membeli barang bekas dengan harga yang terjangkau. Sedangkan Preloved merupakan istilah yang merujuk pada barang-barang yang telah dipakai oleh pemilik sebelumnya, namun masih dalam kondisi yang baik untuk dipakai kembali oleh orang lain.
Fashion melingkar atau circular fashion merupakan contoh lain dari model fashion berkelanjutan. Circular fashion adalah suatu pendekatan dalam industri fashion yang bertujuan untuk menciptakan sistem produksi dan konsumsi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Konsep ini didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi sirkular, di mana sumber daya diubah menjadi produk yang dapat digunakan kembali dengan mengurangi limbah dan memperpanjang masa pakai produk tersebut.
Menggunakan produk fashion lokal adalah salah satu cara yang efektif untuk menekan jejak karbon yang diakibatkan oleh emisi gas karbon dari pengantaran barang import. Selain itu, dengan menggunakan produk lokal kamu ikut mendukung karya anak bangsa agar semakin berkembang.
Dunia mode memang seperti tidak ada habisnya, pasti selalu saja ada yang baru. Daripada berusaha selalu mengikuti tren, ada baiknya jika kamu mulai menggunakan pakaian dengan model yang timeless. Model pakaian yang timeless ini bisa berupa t-shirt, polo shirt, hingga jeans denim. Kamu juga bisa menggunakan baju warna netral sehingga lebih mudah untuk dipadu padankan dengan outfit lainnya.
Jika kamu sangat peduli terhadapa lingkungan, maka pilihlah produsen atau brand yang menggunakan bahan organik dalam pembuatan pakaian. Beberapa bahan organik yang ramah alingkungan anatara lain: bahan jkatun, bahan wol, lateks alam (berasala dari getah karet) dan serat bambu.
Dari penjelasan kami diatas, kami harap kamu mulai mengerti tentang apa itu sustainable fashion. Konsep fashion yang berkelanjutan ini diharapakan dapat membuat perubahan yang lebih baik untuk lingkungan serta keberlangsungan hidup kita ke arah yang lebih baik.
Artikel Terkait: 5 Contoh Kemasan Ramah Lingkungan Untuk Produkmu
Kenapa Banyak Komunitas dan Perusahaan Memilih Custom Kemeja PDL? Kemeja PDL (Pakaian Dinas Lapangan) menjadi…
Kenapa Konveksi dan Sablon Jogja Jadi Pilihan? Jogja terkenal sebagai pusat konveksi dengan harga terjangkau…
Kenapa Banyak Orang Memilih Custom Jaket Online? Jaket hoodie menjadi salah satu fashion favorit di…
Kenapa Banyak Orang Membutuhkan Konveksi Custom? Kebutuhan pakaian custom terus meningkat. Perusahaan ingin seragam kerja…
Mengapa Banyak Orang Mencari Konveksi Custom Online? Perkembangan teknologi mempermudah siapa saja memesan pakaian tanpa…
Kenapa Banyak Orang Cari Konveksi Baju 12pcs? Tidak semua orang ingin pesan baju dalam jumlah…