Celana jeans adalah celana sejuta umat, tidak mengherankan karena celana ini simple, serbaguna dan juga kuat. Tapi tahukah kamu bahwa proses pembuatan jeans tidak semudah seperti yang kamu bayangkan? Sebelum celana jeans sampai ketangan kamu, celana yang terbuat dari kain denim ini telah melalui banyak proses. Sehingga tidak mengherankan jika harganya lumayan mahal.
Nah buat kamu yang penasaran, kali ini Ozza Konveksi akan membahas lebih lengkap mengenai dari mana asal usul denim hingga bagimana proses pembuatannya.
Jeans adalah pakaian informal yang terbuat dari bahan denim dan umumnya berwarna biru indigo. Bahan denim menggunakan tenunan kepar yang kokoh dengan ciri khas ribbing diagonal. Awalnya digunakan untuk pakaian pekerja.
Namun saat ini, jeans denim bisa kamu temukan dimana saja dan bahkan telah memasuki dunia fashion kelas atas. Hampir semua orang memiliki setidaknya satu pakaian yang terbuat dari kain ini di lemari pakaian mereka.
Walaupun kebanyakan orang menganggap jeans dan celana jeans sebagai satu kesatuan, nyatanya jeans ada juga yang dibuat menjadi produk lain. Contohnya seperti jaket jeans, rompi jeans, totebag, topi, hingga belt.
Jacob Davis dan Levi Strauss, pendiri merek levis yang terkenal sering dianggap sebagai penemu celana jeans pada tahun1873. Celana ini terinspirasi dari kain cotton corduroy yang sering disebut “Serge de Nimes” yang berasal dari Nimes, Prancis.
Saat itu para penambang selama era Gold Rush meyukai menggunakan “waist overalls” karena konstruksinya yang kokoh sehingga dapat bertahan dalam kondisi yang sulit. Baju ini juga cukup populer di kalangan pekerja pabrik, petani, tentara, mekanik dan tukang kayu.
Sering berjalannya waktu celana jeans ini mulai menjauh dari asal usul kerah birunya. Ikon budaya pop seperti James Dean dan Marilyn Monroe membuat celana ini menjadi modis seperti yang kita lihat saat ini.
Dahulu kala jeans dibuat menggunakan tangan dengan melibatkan proses tenun yang rumit, yang dikenal sebagai pakan dan lungsi. Setelah adanya revolusi industri, proses pembuatan celana jeans menjadi lebih mudah karena telah menggunakan mesin sepenuhnya.
Selain itu kebanyakan produsen celana jeans sekarang lebih banyak menggunakan pewarna indigo sintetis ketimbang pewarna alami karena harganya yang lebih murah.
Berikut adalah proses pembuatan jeans modern:
Pertama kapas dikumpulkan dan dipisahakan berdasarkan panjang seratnya. Semakin panjang seratnya maka semakin bagus dan kuat kain denimnya. Kapas yang telah dikumpulkan ini kemudian melalui proses carding, dimana kapas dimasukkan ke dalam mesin yang berisi sikat. Pada titik ini, setiap serat diurai dan dipintal bersama untuk menciptakan potongan benang yang lebih tebal.
Untuk memastikan kualitas yang konsisten, kapas dicampur dengan lapisan yang dikerok dari setiap bal dan ditarik ke dalam mixer. Di sini semua kotoran seperti biji dan gulma disaring. Serat kapas murni yang telah dicampur kemudian digabungkan dan dituangkan ke dalam tali tebal yang disebut sliver. Sekarang kapas bersih dan konsisten tetapi tidak terlalu kuat.
Benang benang tadi kemudian melalui proses pencelupan ke dalam bak pewarna nila sintetis sebelum ditenun. Bola bola benang besar ini melalui proses pencelupan beberapa kali untuk mempertahankan warnannya.
Walaupun begitu warna yang ada pada celaa jeans dapat memudar setelah dicuci berulang kali. Untuk itu biasanya produsen jeans memberikan sulfur untuk menstabilkan lapisan warna untuk memastikan jumlah warna biru masih akan terlihat pada produk akhir.
Pada tahap ini, benang berwarna ditenun untuk membuat denim. Jika Anda melihat lebih dekat pada celana jeans Anda sendiri, Anda dapat melihat pola kepar benang biru dan putih, benang biru yang disebut lungsin ditarik ke atas dan ke bawah pada alat tenun dan benang putih yang disebut pakan ditembakkan bolak-balik dari seluruh panjang alat tenun untuk menciptakan pola denim.
Benang indigo ditenun bersama melalui dua metode yang berbeda. Pertama adalah proses yang paling umum dikenal sebagai 3-by-1. Benang biru yang membentuk lungsin (benang panjang dan vertikal) dikombinasikan dengan benang putih yang membentuk pakan (benang horizontal yang lebih pendek).
Selama proses ini, lebih banyak benang lungsin (biru) yang digunakan daripada benang pakan (putih) sehingga memberikan warna cerah pada denim.
Metode tenun lainnya adalah melalui proses yang disebut selvage. Ini adalah saat denim dibuat dengan cara asli pada alat tenun tua yang berasal dari tahun 1950-an. Kecepatan produksi jauh lebih lambat, mengurangi ketegangan pada benang dan menciptakan kain yang lebih lembut dan lebih tahan lama. Karena biaya dan kebutuhan akan pekerja terampil, tenun selvage hanya dilakukan di Jepang dan Italia.
Untuk mencegah kain terpuntir setelah dijahit menjadi jeans, kain dilembutkan dan diregangkan. Denim juga dipanaskan dan dikecilkan untuk memastikan jeans tetap memiliki ukuran yang sama setelah dijual. Denim juga disikat untuk menghilangkan benang-benang dan serat yang lepas, serta dicuci untuk memberikan tampilan yang pudar.
Sebelum meninggalkan pabrik kain, kain denim menjalani pengecekan dan kontrol kualitas yang ketat. Hal ini untuk memastikan tidak ada cacat atau inkonsistensi warna pada kain denim.
Sebelum denim meninggalkan pabrik kain, denim tersebut menjalani kontrol kualitas yang ketat di sini setiap cacat atau variasi warna dan kain terdeteksi pada kualitas denim yang konsisten diperlukan untuk kualitas jack dan jones pada jeans.
Setelah siap, kain denim kemudian didistribusikan ke retailer untuk selanjutnya dijual ke vendor vendor yang membutuhkan kain denim.
Karena produk jeans yang beragam tentu saja proses pembuatan jeans juga berbeda dan tidak bisa disamakan antara satu produk dengan yang lainnya. Namun pada intinya setiap pembuatan produk pakaian pasti melibatkan proses pemilihan kain, pemotongan bahan, proses jahit, bordir/sablon dan finishing
Denim memiliki jenis yang beragam dengan harga yang berbeda pula. Jenis denim ini meliputi:
Kamu mungkin bertanya tanya kenapa sih celana jeans kebanyakan dibuat berwarna biru? Gak hanya celana jeans saja tapi hampir semua produk denim ini kebanyakan berwarna biru bukan tanpa alasan.
Biru adalah warna yang dipilih untuk denim karena sifat kimiawi pewarna biru. Sebagian besar pewarna akan meresap ke dalam kain dalam suhu panas, membuat warnanya menempel.
Sebaliknya, pewarna indigo alami yang digunakan pada jeans pertama, hanya akan menempel pada bagian luar benang.
Ketika denim yang dicelup indigo dicuci, sejumlah kecil pewarna tersebut akan hilang, dan benangnya ikut terbawa. Semakin banyak denim dicuci, semakin lembut denim tersebut, dan pada akhirnya mencapai tampilan usang. Tampilan inilah yang membuat jeans semakin semakin digemari.
Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Celana Jeans Denim Begitu Populer
Sama halnya dengan proses pembuatan jaket, kemeja, rompi ataupun pakaian jadi lainnya, pembuatan celana jeans ini juga melalui proses yang panjang. Untuk kalian yang penasaran kalian bisa cek proses pembuatan celana jeans di sini!
Ini adalah tahap awal yang digunakan dalam proses pembuatan celana jeans. Tahap ini dimulai dengan membuat beberapa desain untuk celana jeans. Dari beberapa rancangan tersebut kemudian dipilih beberapa desain terbaik untuk diproses lebih lanjut menjadi sebuah pola.
Menurut potongan dan polanya, celana jeans terdiri dari 5 jenis cutting, yaitu skinny, slim, regular, relaxing dan juga loose.
Pada tahap ini vendor menggambarkan pola berdasarkan hasil pengukuran yang telah diberikan oleh perancang busana ataupun pemesan. Pola celana jeans bisa dibuat menggunakan 2 cara yakni secara mnual menggunakan kertas pola atau secara digital menggunakan bantuan komputer.
Setelah pembuatan pola selesai, proses selanjutnya adalah dengan melakukan proses grading. Proses ini digunakan untuk menentukan standar ukuran mulai dari besar hingga kecil (Kalau di Indonesia umumnya mengenal ukuran S, M, L, XL).
Langkah selanjutnya dalam proses pembuatan celana jeans adalah dengan melakukan penandaan untuk menetukan seberapa panjang dan lebar kain yang dibutuhkan. Dengan melakukan proses ini maka tim pengukur dapat mengetahui berapa banyak kain yang dibutuhkan untuk memproduksi celana jeans.
Proses selanjutnya adalah dengan melakukan pemotongan bahan. Kain denim yang sudah dipesan kemudian dipotong sesuai pola dan jenis kainnya dengan bantuan mesin potong kain.
Setelah proses pemotongan bahan selesai, potongan denim tadi dikelompokkan ke dalam satu bundle dengan ukuran dan desain pola yang sama. Hal ini agar proses pembuatan celana jeans menjadi lebih mudah.
Proses selanjutnya adalah dengan melakukan asembling atau menjahit potongan potongan kain tadi menjadi sebuah celana jeans. Umumnya beberapa vendor garment dan konveksi celana jeans memiliki unit penjahitnya sendiri ketimbang melemparnya kelaur kepada pemborong. Hal ini karena proses penjahitan dapat lebih mudah di kontrol oleh pabrik sendiri
Setelah produk celana jeans selasai dijahit, celana tersebut kemudian dibawa ke tempat pencucian. Proses pencucian ini berlangsung antara 30 menit hingga 6 jam. Tujuan pencucian jeans ini adalah untuk mendapatkan efek fading yang realistis.
Metode pencucian sendiri ada banyak mulai dari stone wash, sand blasting, Acid wash, Whiskering dan masih banyak lagi.
Ini adalah tahapan akhir dalam pembuatan jeans. Proses pre-washed dilakukan untuk membuat jeans terlihat menua dengan melibatkan proses yang disebut sebagai pra-distressing, pencucian atau dalam bahasa industri finishing garment.
Kamu bisa baca artikel lengkap mengenai Sejarah Pre-Washed Jeans langsung Dari Ahlinya disini!
Setelah melalui proses pencucian, celana jeans kemudian dipasangkan kancing, rivet, resleting, branding patch dsb. Jika sudah selesai maka celana jeans akan dibawa ke ruang pengepakan sebelum didistribusikan.
Oke, setelah melalui pembahasan yang cukup panjang kini kita tahu bahwa jeans terbuat dari bahan denim. Walaupun pada awalnya Jeans diciptakan sebagai produk celana, namun seiring berkembangnya waktu produk jeans kemudian bertransformasi menjadi banyak produk.
Kini kamu bisa melihat jeans dalam berbagai macam bentuk. Mulai dari selimut, jaket, rompi, overalls, totebag, topi bahkan sarung bantal.
Baca Juga: Mengenal Bagian Bagian Celana Jeans (Biar Pinter!)
Kenapa Banyak Komunitas dan Perusahaan Memilih Custom Kemeja PDL? Kemeja PDL (Pakaian Dinas Lapangan) menjadi…
Kenapa Konveksi dan Sablon Jogja Jadi Pilihan? Jogja terkenal sebagai pusat konveksi dengan harga terjangkau…
Kenapa Banyak Orang Memilih Custom Jaket Online? Jaket hoodie menjadi salah satu fashion favorit di…
Kenapa Banyak Orang Membutuhkan Konveksi Custom? Kebutuhan pakaian custom terus meningkat. Perusahaan ingin seragam kerja…
Mengapa Banyak Orang Mencari Konveksi Custom Online? Perkembangan teknologi mempermudah siapa saja memesan pakaian tanpa…
Kenapa Banyak Orang Cari Konveksi Baju 12pcs? Tidak semua orang ingin pesan baju dalam jumlah…