Kain Ulos Berasal Dari Mana? Ini Jawabannya!

kain ulos berasal dari mana?

Halo Sobat Ozza semua, seperti yang kita tahu, Indonesia selain kaya akan sumber daya alamnya juga kaya akan kerajinan seninya. Salah satu kerjainan seni yang cukup menarik adalah kain Ulos. Lalu Apa itu kain ulos? Kain ulos berasal dari daerah mana? Temukan semua jawabannya hanya di Ozza Konveksi!

Daftar Isi

Apa Itu Kain Ulos?

Apa Itu Kain Ulos

Kain tenun ulos merupakan kain tenun yang terbuat dari benang kapas dan merupakan pakaian adat khas masyarakat suku Batak. Fungsi dari kain ulos ini sangat penting karena digunakan untuk upacara adat seperti pernikahan, kelahiran, kematian dan ritual adat lainnya.

Arti Ulos Dalam Bahasa Batak

Jika merujuk dari bahasa asalnya, ulos berarti kain dalam bahasa batak. Cara pembuatn kain ulos ini mirip dengan cara membuat songket khas Palembang, yaitu dengan menggunakan alata tenun bukan mesin.

Asal Usul Kain Tenun Ulos

Sebagai salah satu pakaian adat provinsi Sumatera, kain ulos berasal dari daerah Sumatera Utara, khususnya daerah batak toba. Kain ini awalnya digunakan sebagai pengganti baju, sebagai penutup kepala, hingga selendang. Warna dari kain ini didominasi oleh tiga warna yaitu warna merah, hitam dan putih.

Dahulu kala kain ulos hanya ditenun oleh kaum wanita. Masyarakat setempat percaya bahwa kegiatan menenun ini erat kaitannya dengan perempuan ketika merawat anak, keluarga dan bagaimana mereka bermasayarakat. Umumnya, kegiatan menenun kain ulos ini hanya dilakukan saat waktu senggang aja. Sehingga tidak mengherankan jika untuk membuat satu kain ulos membutuhkan waktu hinga berbulan-bulan.

Proses Pembuatan Kain Ulos

proses pembuatan kain ulos

Kain tenun ulos terbuat dari benang kapas dan ditenun secara manual dengan alat tenun tradisional. Kain ini melalui proses pewarnaan dengan cara merendam benang ke dalam larutan pewarna alami yang berasal dari tanaman. Contohnya seperti warna nila yang berasala dari tumbuhan Indigo, warna merah yang berasal dari secang atau warna kuning yang berasal dari kunyit.

Karena proses pembuatannya yang rumit dan lama, menjadikan kain ulos memiliki kekhasannya tersendiri. Kamu masih bisa menemukan pengrajin kain tenun ulos ini di beberapa desa di Sumatera Utara. Beberapa desa yang masih melestarikan warisan budaya ini adalah desa Tongging, Paropo dan Silalahi di pesisir barat Laut Toba.

Saat ini, pembuatan kain ulos sudah lebih modern dengan memanfaatkan alat tenun bukan mesin (ATBM). Benang jahit yang dipakai pun tidak diproduksi, melainkan memakai benang yang sudah jadi. Untuk membuat harganya lebih terjangkau, kini banyak pengrajin pakaian adat ulos yang menggunakan pewarna kain sintetis.

Makna Simbolik Dari Fungsi Kain Ulos

Ulos adalah jenis kain adat tradisional yang sering dipakai dalam upacara adat tradisional suku batak. Keberadaan kain ini begitu penting bagi masyarakat batak, karena menjadi salah satu syarat utama dalam melaksanakan upacara adat Batak. Selain itu kain atau baju adat ini menjadi sebuah identitas sekaligus bentuk penghormatan kepada orang orang yang melaksanakan sebuah acara adat.

Sebagai pakaian adat khas orang batak, kain ulos ini tentu memiliki makna simbolik serta fungsinya. Berikut adalah makna simbolik dari fungsi kain ulos:

1. Ulos Antakantak

Kain ulos ini dipakai sebagai selendang untuk orang tua yang akan menghadiri pemakaman. selain itu kain ini juga dipakai pada waktu acara manortor (menari).

2. Ulos Bintang Maratur

Ini adalah jenis kaos yang paling banyak digunakan dalam acara adat masyarakat batak. Beberapa diantaranya seperti: hadiah kepada anak yang memasuki rumah baru, acara selamatan ibu hamil 7 bulan dan lain-lain.

3. Ulos Mangiring

Kain ini dipakai sebagai selendang, Talitali. Umumnya kain ini diberikan kepada anak cucu yang baru lahir terutama anak pertama dengan harapan akan diberkahi dengan banyak anak. Kain ini dapat digunakan sebagai alat gendong untuk anak.

4. Ulos Pinuncaan

Kain Ulos ini pada dasarnya 5 bagian yang ditenun secara terpisah, kemudian diatukan untuk menjadi satu kain ulos yang utuh. Fungsi dari kain ulos ini antara lain:

  • Dipakai dalam berbagai keperluan acara-acara dukacita maupun sukacita, dalam acara adat ulos ini dipakai/disandang oleh Raja-raja Adat.
  • Dipakai oleh Rakyat Biasa selama memenuhi beberapa pedoman misalnya, pada pesta perkawinan atau upacara adat dipakai oleh suhut sihabolonon/ Hasuhuton (tuan rumah).
  • Kemudian pada waktu pesta besar dalam acara marpaniaran (kelompok istri dari golongan hulahula), ulos ini juga dipakai/dililit sebagai kain/hohophohop oleh keluarga hasuhuton (tuan rumah).
  • Ulos ini juga berfungsi sebagai Ulos Passamot pada acara Perkawinan. Ulos Passamot diberikan oleh Orang tua pengantin perempuan (Hulahula) kepada kedua orang tua pengantin dari pihak laki-laki (pangoli). Sebagai pertanda bahwa mereka telah sah menjadi saudara dekat.

5. Ulos Ragi Hotang

Ulos Ragi Hotang diberikan keapada sepasang pengantin yang sedang melakukan pesta adat. Pemberian ulos ini memiliki makna bahwa orang tua pengantin wanita menyetujui putrinya untuk dipersunting.

Pemberian ulos ini juga disertai dengan pemberian mandar Hela (sarung menantu) dengan tujuan bahwa laki laki tersebut harus berperilaku layaknya orang dewasa. Dan sarung ini harus dipakai dan dibawa dalam setiap kegiatan adat

6. Ulos Ragi Huting

Saat ini kain ulos ini sudah jarang dipakai dan terlihat. Pada jaman dahulu kain ini banyak digunakan oleh anak gadis dengan cara melilitkan kain pada dada untuk menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah seorang putri (gadis perawan) yang beradat.

7. Ulos Tutur

kain tenun ulos ini digunakan sebagai pengikat kepala atau talitali dan juga sebgai selendang yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya.

8. Ulos Si Bunga Umbasang Dan Ulos Simpar

Biasanya kain ini dipakai sebagai selendang oleh ibu-ibu sewaktu waktu mengikuti acara adat batak yang kehadirannya sebatas undangan biasa.

Ragam Hiasan Kain Ulos (Motif Kain Ulos)

Setiap kain ulos memiliki ciri khasnya masing masing yang bisa dibedakan dari corak, warna hingga motifnya. Berikut adalah beberapa motif kain tenun ulos yang sring dipakai.

1. Ulos Corak Rotan

Corak Rotan Kain Ulos

Ulos ini memiliki corak rotan, pada saat pernikahan ulos ini mengingatkan kita bahwa ikatan kedua pasangan akan kuat dan kokoh layaknya rotan. Dahulu kala masyarakat batak menggunakan rotan sebagai alat pengikat barang karena ketahanannya dan kekuatannya.

Sehingga rotan dijadikan corak pada kain ulos sebagai lambang ikatan pernikahan yang kokoh.

2. Ulos Corak Bintang Jejeran

corak bintang jejeran kain ulos

Corak pada kain ulos ini menggambarkan jejeran bintang yang teratur, bermakna kepatuhan dan kerukunan dalam ikatan kekeluargaan. Secara umum orang Batak sangat menghormati orang tua. Itulah sebabnya corak bintang pada kain ini digambarkan secara sejajar dan rapi untuk mengaskan kepatuhan dan kerukunan dalam keluarga, terutama kepatuhan seorang anak kepada orang tua.

3. Ulos Corak Sisir

motif kain ulos corak sisir memanjang

Corak dari kain ulos ini harus memiliki 33 garis. Arti motif pada ulos ini sebagai ciri khas orang Batak yang teguh dalam satu pendirian. Kain ulos ini diwariskan secara turun temurun kepada anak cucu. Pada jaman dahulu kain dengan corak ini sering dipakai oleh Raja-Raja ataupun tetua adat dalam menghadiri acara tertentu.

4. Ulos Corak Runcing Ke Atas

motif kain ulos runcing ke atas

Kain ulos dengan corak runcing menghadap ke atas biasanya dipakai saat upacara duka-cita. Corak meruncing ini melambangkan untuk selalu bersabar dalam menghadapi banyaknya cobaan yang berliku dan tajam. Selain itu corak ini menyiratkan kita untuk tetap terus memandang maju ke atas.

5. Ulos Corak Beriringan

Corak Kain Ulos Beriringan

Kain Ulos dengan bentuk garis beriringan ini melambangkan kesepakatan bersama untuk membentuk ikatan keluarga. Bisanya dipakai oleh warga samosir untuk diberikan kepada wanita yang sedang hamil 7 bulan dengan tujuan melancarkan persalinan dan agar dikarunia banyak anak.

6. Ulos Corak Rumput Meruncing

corak kain ulos rumput meruncing

Latar belakang corak rumput atau sawah yang meruncing ini didasari pada faktor kesuburan tanah dan faktor alam daerah batak. Masayarakat batak saat itu sangat mengandalkan hasil dari pertanian sehingga menjadi inspirasi dalam pembuatan motif dan ragam hias pada kain ulos.

Dahulu kala, kain ini hanya dipakai oleh para tetua adat ataupun para raja dalam menghadiri acara manortor (menari). namun, saat ini motif kain ulos ini sudah jarang kamu temukan karena proses pembuatannya yang lama dan bisa memakan waktu hingga berbulan bulan. Sehingga jika kamu menemukannya maka harganya akan sangat mahal.

Makna Warna Dari Kain Ulos

Selain berdasarkan coraknya, kain ulos yang berasal dari daerah batak toba, tepatnya pulau samosir ini dapat kita bedakan maknanya berdasarkan warnanya.

WarnaMakna
Warna PutihMelambangkan kejujuran dan kesucian
Warna MerahMelambangakan jiwa kesatria, pemberani dan kepahlawanan
Warna HitamMelambangkan duka atau kesedihan
Warna Kuningmelambangkan kesuburan dan kekayaan

Tips Memilih Dan Membeli Kain Ulos

Ragam Hiasan Kain Ulos

Kain tenun ulos yang berasal dari daerah Sumatera utara ini memiliki daya tarik yang unik. Sehingga banyak wisatawan yang ingin memiliki atau bahkan membeli kain ini. Agar tidak salah pilih, berikut kami berikan beberapa tips dalam memilih kain ulos yang bagus!

  1. Sesuaikan dengan budget kamu, kalau kamu punya budget berlebih kamu bisa pilih kain ulos asli yang ditenun oleh tangan pengrajin. Alternatifnya kamu bisa beli kain ulos dengan bahan sintetis yang lebih murah.
  2. Perhatikan tekstur kain. Kain tenun buatan tangan manusia, biasanya akan ada beberapa benang yang timbul, karena proses pengerjaan yang kurang sempurna. Apabila kain ulos yang kamu beli memiliki tekstrur halus tanpa cacat bisa dipastikan itu adalah buatan pabrik.
  3. Tidak luntur. Kain ulos yang bagus tidak akan mudah luntur warnanya apabila kamu usap dengan tangan.
  4. Harga. Kain ulos asli buatan tangan sudah pasti memiliki harga yang cukup mahal. Karena pengerjaannya membutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak sebentar. Berbeda dengan buatan pabrik yang bisa membuat puluhan kain dalam waktu beberapa jam saja.
  5. Jangan sering cuci kain ulos kamu. Kain ulos seharusnya tidak boleh dicuci agar terjamin keawetannya. Walaupun begitu beberapa jenis kain dengan kualitas baik masih bisa kamu cuci namun jangan terlalu sering.
  6. Kenali ciri ciri kain ulos. Kain ulos memiliki warna dominan putih, hitam dan merah dengan hiasan benang tenun berwarna emas / perak.

Penggunaan Kain Ulos

Model Luna maya Menggunakan pakaian Adat Batak Dalam Sebuah Sesi Pemotretan

Kain ulos yang berasal dari Sumatera Utara ini awalnya dikenakan dalam bentuk sarung atau selendang. Saat ini kain ulos banyak kita jumpai dalam bentuk produk suvenir, sarung bantal, ikat pinggang, ikat kepala, tas, pakaian adat, alas meja, dompet, dasi hingga gorden.

Harga kain ulos cukup bervariasi mulai dari yang termurah dari 50.000 hingga ada yang mencapai sejutaan per kilogramnya.

Ciri Khas Dan Karakteristik Kain Ulos

Seperti halnya dengan jenis kain lainnya, kain ulos memiliki karakteristik dan ciri khas yang dapat kamu bedakan dengan bahan kain lainnya. Berikut adalah ciri ciri kain ulos!

  1. Kain ulos tidak menimbulkan bau.
  2. Memiliki daya serap air yang bagus layakanya bahan katun.
  3. Warnanya tidak mudah luntur.
  4. Memiliki corak yang sangat unik dan juga indah

Akhir Kata

Kain ulos adalah salah satu warisan budaya yang harus kita lestarikan keasliannya. Ragam corak dan warna dari kain ulos yang kaya dapat menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan. Terutama bagi mereka yang ingin mengenal lebih dekat kebudayaan masyarakat batak.

Jika kamu ingin mengenal lebih jauh dengan kain ulos ini, kamu bisa cek referensi yang kami sertakan dibawah, akhir kata semoga bermanfaat!

Referensi:

  1. Wikipedia contributors. “Ulos.” Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, 30 Nov. 2021, id.wikipedia.org/wiki/Ulos.
  2. “Mengenal kain ulos, oleh-oleh khas batak yang bisa dibawa pulang – indonesia travel.” Wonderful Indonesia, www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/kain-tenun-ulos-khas-batak. Accessed 11 Aug. 2022.