Bahan Seersucker: Ciri-Ciri, Kelebihan Dan Kekurangannya

Bahan Seersucker

Seersucker biasanya dikaitkan dengan pakaian musim panas yang santai, terutama dalam gaya preppy dan Southern Amerika. Pakaian yang terbuat dari bahan seersucker adalah pilihan yang populer untuk acara-acara musim panas seperti pernikahan di pantai, piknik, atau pesta musim panas karena kenyamanan dan gaya uniknya.

Lalu, seperti apa itu bahan seersucker? Bagaimana ciri-cirinya? Apa kelebihan dan kekurangan bahan ini? Kamu bisa temukan jawabannya disini!

Apa Itu Bahan Seersucker?

Apa Itu Bahan Seersucker

Seersucker adalah jenis bahan kain yang terbuat dari benang katun dan linen. Kain ini memiliki permukaan tekstur yang kasar dan tipis serta bergaris-garis atau kotak-kotak. Karena bahannya yang adem, banyak produsen yang menjadikan bahan ini untuk membuat pakaian musim panas.

Kata seersucker sendiri berasal dari bahasa persia شیر shîr dan شکر shakar, yang secara harfiah berarti “susu dan gula”, dari tekstur berpasir (“gula”) pada kain yang halus (“susu”).

Bahan seersucker ditenun sedemikian rupa sehingga beberapa benang saling bergerombol, memberikan tampilan kain yang berkerut. Efek ini sering kali dicapai selama menenun dengan benang lungsin untuk pita berkerut yang diumpankan pada kecepatan yang lebih besar daripada benang lungsin dari garis-garis halus.

Ketidakrataan ini menyebabkan kain sebagian besar tertahan dari kulit dan tidak menempel pada kulit saat basah oleh keringat, sehingga memudahkan pembuangan panas dan sirkulasi udara yang lebih baik.

Sejarah Terciptanya Bahan Seersucker

Sejarah Kain Seersucker

Kain ini pada awalnya dibuat di India pada tahun 1600-an, kemudian kain katun seersucker ini diperdagangkan oleh East India Company untuk menjangkau negara-negara yang lebih jauh. Seersucker pertama kali masuk ke Amerika berkat jasa Joseph Haspel pada awal abad ke-19 dan dengan cepat menjadi populer sebagai pakaian kerja dan seragam, terutama pada bulan-bulan dengan cuaca yang hangat.

Dari tahun 1800-an hingga awal abad ke-20, kain seersucker telah digunakan untuk pembuatan seprai, pakaian tidur, terutama selama musim panas di Inggris dan Amerika Serikat. Karena kain ini lebih murah dan tahan lama, kain ini juga digunakan selama Perang Saudara di Amerika untuk membuat karung dan celana yang tahan lama selama pertempuran.

Selama masa koboi (Old West), kain seersucker biru tua yang lebih berat mulai digunakan untuk membuat baju terusan, jaket, dan topi klasik untuk pekerja kereta api. Kain ini lebih tahan lama dan lebih murah untuk diproduksi, sehingga sangat cocok untuk membuat pakaian musim panas.

Karena seersucker nyaman dan mudah dicuci, maka kain ini menjadi pilihan bagi banyak seragam layanan termasuk perawat dan sukarelawan rumah sakit yang mengenakan jenis seersucker merah dan putih “Candy Stripe“.

Saat ini, seersucker dikenakan oleh orang-orang dari segala usia dan jenis kelamin dan tidak lagi hanya diasosiasikan dengan Amerika Selatan. Kain ini juga sering digunakan sebagai kain quilting berkat teksturnya. Selain itu kaian ini juga cocok untuk pembuatan pakaian musim panas yang ringan, mantel olahraga, serata pakaian pria.

Ciri-Ciri Dan Karakteristik Bahan Seersucker

  1. Pada seersucker, sebagian benang disatukan, sehingga membuat kain tampak berkerut di beberapa tempat.
  2. Bahan ini terbuat dari tenunan tegangan kendur
  3. Kainnya bernapas dan memberikan sirkulasi udara yang baik pada hari yang panas.
  4. Seersucker adalah kain tenun bergaris yang sebagian besar terbuat dari katun, nilon, atau campuran poliester
  5. Tekstur kain bergelombang
  6. Kain ini cukup ringan

Proses Pembuatan Bahan Seersucker

Detail Tenunan Bahan Seersucker

Kamu pasti penasaran, bagaimana kain seersucker ini dibuat dan kenapa permukaan kainnya bisa mengekerut? Permukaan berkerut dari bahan seersucker terjadi karena menggunakan tegangan yang berbeda pada benang lungsin dan benang pakan selama proses penenunan. Kain yang telah jadi kemudian diperlakukan sedemikian rupa untuk menciptakan efek kerutan.

Sebagian besar kain umumnya terbuat dari benang lungsin yang ditahan dalam tegangan yang seragam. Seersucker berbeda karena tampilannya yang berkerut. Kain ini dibuat dengan proses tenun tegangan kendur yang melibatkan dua lungsin yang harus digunakan.

Satu lungsin dipegang dengan tegangan yang teratur, menghasilkan garis-garis polos. Lungsin kedua ditahan pada tegangan yang berbeda, kemungkinan besar lebih tinggi untuk menghasilkan garis berkerut. Dengan satu benang yang kendur dan benang lainnya kencang, hasilnya adalah efek berkerut pada kain

Bahan seersucker juga umumnya memiliki pola garis-garis vertikal atau kotak-kotak. hal ini terjadi karena kain ini menggunakan dua warna yang berbeda pada benang lungsin dan benang pakan. Namun ada juga kain seersucker dengan warna solid yang sama

Baca Juga: 10 Bahan Pakaian Yang Menyerap Keringat (Cocok Untuk Cuaca Panas)

Kelebihan Dan Kekurangan bahan Seersucker

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Seersucker

Kelebihan Kain Seersucker

  1. Bahannya adem dan ringan, sehingga cocok untuk pakaian musim panas atau saat cuaca panas
  2. Tidak perlu disetrika, karena kain ini memang berkerut (kurang kerjaan lu nyetrika bahan ini)
  3. Memiliki tampilan yang unik, menciptakan kesan gaya casual yang stylish
  4. Kainnya bernapas
  5. Harga kain relatif terjangkau

Kekurangan Kain Seersucker

  1. Rentan terhadap kotoran: karena permukaan kainnya yang berkerut, membuat kain ini lebih mudah dalam menangkap kotoran. Sehingga cukup sulit untuk menjaga pakaian yang terbuat dari bahan seersucker untuk tetap bersih
  2. Kurang formal: Seersucker hanya cocok untuk acara kasual dan tidak cocok untuk penggunaan pada acara yang lebih formal ataupun bisnis.
  3. Pemakaian jangka lama dapat membuat efek kerut pada kain semakin berkurang
  4. Hanya dapat dicuci dengan air dingin. Air hangat akan merusak kerutan pada kain.
  5. Kurang cocok untuk musim dingin

Penggunaan Bahan Seersucker

Saat ini, kain seersucker kebanyakan tersedia dalam pola garis biru-putih, walaupun ada juga dengan warna lain, namun tidak sepopuler warna biru dan putih. Bahan ini umumnya dipakai dalam pembuatan pakaian seperti jas, celana pendek, kemeja, blouse wanita, setelan hingga topi. Tirai dan gorden yang terbuat dari kain seersucker juga sangat cocok untuk iklim tropis yang hangat karena dapat menjaga sirkulasi udara dengan lebih baik.

Kain seersucker cukup murah untuk dibeli, dan dapat ditemukan di sebagian besar toko kain atau dapat dibeli dari peritel kain online.

1. Kemeja

Kemeja Bahan Seersucker

2. Dress

Dress Bahan Seersucker

4. Tunik

Seersucker Blouse

5. Setelan

Setelan Seersucker

6. Blus

Blouse Seersucker

7. Celana

Celana Seersucker

8. Topi

Topi Bahan Seersucker

Jenis Jenis Bahan Seersucker

Jenis Jenis Kain Seersucker

Ada begitu banyak jenis kain seersucker. Kali ini kita akan melihat beberapa jenis kain seersucker yang dibedakan berdasarkan jenis benang penyusunnya, yaitu:

1. Seersucker 100% Cotton

Jenis kain seersucker ini terbuat dari 100% cotton dengan karakteristik kain yang lebih tebal, lebih bernapas namun tetap ringan. Bahan ini tidak memerlukan lapisan dalam karena tidak tembus pandang dan sempurna untuk pakaian musim panas.

2. Seersucker Nylon-Cotton

Campuran nylon dan katun pada kain seersucker dapat menghasilkan karaktersitik kain yang tahan lama, ringan dan bernapas. Selain itu, kain ini lebih tahan terhadap penyusutan ketimbang yang terbuat dari 100% katun murni, Kain ini sangat cocok untuk pembuatan atasan, celana pendek dan pakaian lainnya.

3. Seersucker Polyester-Cotton

Campuran polyester dan katun pada kain seersucker akan menghasilkan kain bergaris yang tidak setebal katun murni dan ringan. Kain ini cukup murah dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Walaupun begitu karena ada campuran polyester, kain ini mungkin tidak sedingin katun murni.

Baca Juga: Bahan Tweed: Karakteristik Dan Penggunaannya

Bagaimana Cara Merawat Bahan Seersucker?

Walaupun seersucker termasuk ke dalam jenis kain yang mudah perawatannya, namun ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan:

  1. Jangan gunakan air panas saat mencuci pakaian yang terbuat dari seersucker
  2. Hindari menggosok dan memeras kain seersucker dengan kuat karena akan merusak tekstur kain
  3. Sebaiknya sering-seringlah mencuci pakaian seersucker kamu untuk mencegah noda permanen, karena kain ini mudah kotor, seperti halnya katun.
  4. Untuk kain seersucker yang tidak terbuat dari 100% katun, pastikan untuk mengikuti label perawatan yang ada pada pakaian.
  5. Seersucker terbuat dari katun sehingga mudah menyusut jika terpapar panas, jadi hindari papaparan kain ini pada panas dalam bentuk apa pun untuk mencegah penyusutan.
  6. Simpan pakaian yang terbuat dari kain seersucker pada tempat yang sejuk, kering dan lapang untuk mencegah bau tidak sedap.

Kesimpulan

Bahan seersucker adalah bahan terbaik untuk membuat pakaian musim panas karena berbagai kelebihan yang ditawarkannya. Ini adalah pilihan praktis buat kalian yang mencari pakaian yang adem, ringan dan bernapas yang dapat menemani hari-hari kamu saat cuaca panas.

Walaupun begitu seersucker juga memiliki kelemahan seperti mudah kotor, gampang menyusut dan kurang cocok untuk kamu pakai saat musim dingin tiba. Untuk itu, perlu mengetahui kapan dan dimana kamu harus menggunakan pakaian berbahan seersucker agar kamu tidak mati gaya!

Banner Bikin Jaket Custom